“Satu pergi seribu datang”, sebenarnya apa terlalu lebay kalimat ini?? atau memang harus sperti ini?? kehidupan saya seperti tidak lepas dari kalimat sperti ini, bagaimana dengan kalian?? perlukah saya melupakan yang “pergi” itu? perlukah saya membiarkan yang “pergi” datang kembali? atau biarkan saja yang “pergi” memang seharusnya “pergi” dan yang “datang” memang seharusnya “datang”. Yang saya tau pasti bahwa yang “pergi” itu telah membawa saya seperti sekarang ini, dan yang “datang” membawa saya untuk siap menyongsong hari esok.
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

cie…
sherina kayaknya lagi kehilangan yo??
ato udah dapet lagi???
tu banyak yang posting,dia deket ama cowok..he2..
di koran lokal juga ada tu…
ama gitaris,,namanya kalo g’ salah YudhiE ya??